Minggu, 05 Februari 2012

seni musik

Apakah seni musik itu sebenarnya, dan maknanya bagi kehidupan manusia? Sepanjang sejarah banyak penyair, filusuf, penulis maupun musikus yang telah berupaya mendefinisikannya. Ada yang menganggap musik sebagai "bahasa para dewa", atau ada pula yang mengatakan bahwa "musik dimulai di saat ujaran berakhir". David Ewen mencatat sebuah definisi tentang musik yang dibuat oleh penyusun kamus sebagai "Ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional".
Schopenhauer
Schopenhauer, filusuf Jerman di abad ke-19 mengatakan dengan singkat bahwa "Musik adalah melodi yang syairnya adalah alam semesta". Sementara itu menarik pula untuk dicatat pendapat Dello Joio, komponis Amerika keluaran Julliard School di New York, dan banyak bekerja sama dengan koreografer Martha Graham, bahwa "Mengenal musik dapat memperluas pengetahuan dan pandangan selain juga mengenal banyak hal lain di luar musik. Pengenalan terhadap musik akan menumbuhkan rasa penghargaan akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain dari satu kenyataan yang selam ini tersembunyi.
Berikut ini adalah pendapat Suhastjarja, dosen senior Fakultas Kesenian Institut Seni Indonesia Yogyakarta, lulusan peabody Institute dari Amerika, bahwa "Musik ialah ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulan, dalam wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lain dalam lingkungan hidupnya, sehingga dapat dimengerti dan dinikmatinya". Lebih lanjut Suhastjarja mengemukakan bahwa oleh karena bentuk musik itu terbentang di ruang yang sifatnya spasial, maka ia dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk dalam seni sastra. Jika bentuk-bentuk sastra ditulis dari kiri ke kanan (kecuali dalam bahasa-bahasa Simetik dan bahasa-bahasa Oriental), bentuk-bentuk musik ditulis dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas, sehingga arah dari kiri ke kanan menunjukkan dimensi waktu, sedangkan dari arah bawah ke atas menunjukkan dimensi sifatnya akustik musikal. Kesejajaran dalam kalimat musik, seperti halnya dalam kalimat bahawa, terjadi antara frase anteseden dan frase konsekuen. Ini dapat dilihat dari tulisan musik secara horisontal dari kiri ke kanan, sedangkan kesejajaran yang vertikal antara dua garis melodi atau lebih yang berbunyi bersamaan, dapat dilihat dari tulisan musik secara horizontal sekaligus vertikal. Namun pengamatan tulisan musik secara vertikal khusus diperuntukkan bagi keselarasan bunyi bersama atau harmoni.
seni musik

Kamis, 12 Januari 2012

Naga Lyla

Keberhasilan siswa SMK di Solo dalam merakit mobil makin menumbuhkan rasa kecintaan warga Indonesia terhadap produk dalam negeri. Setidaknya hal tersebut terus didengungkan oleh Naga Lyla.
Naga bahkan membuktikan bahwa ia adalah salah satu pengguna setia produk buatan Indonesia. Naga tak segan menunjukkan pakainnya ia kenakan berasal dari Bandung. "Wah ini saya pakai pakaian Indonesia, dari bandung ini," ujarnya ketika ditemui di studio RCTI pada Kamis (12/1).
Menurut vokalis Lyla ini, belum semua warga Indonesia mau mencintai produk dalam negeri terutama masyarakat yang tinggal di kota besar.
"Sebagian kecil udah tapi sebagian besar yang tinggal di kota besar sepertinya belum. Pengaruh iklan, produk-produk iklan, branded luar negeri, film. Ya susah kalo udah terikat dengan sesuatu yang sedang in dan emang kuat pengaruhnya," bebernya.
Dukungan pemerintah tentu sangat dibutuhkan untuk mendorong kelancaran produksi barang-barang dalam negeri. Dukungan Investor dari pihak swasta juga tak kalah pentingnya menurut Naga.
"Produk kita sendiri asalkan dapat support dari pemerintah juga gak kalah. Mereka butuh modal juga. Syukur-syukur pemerintah atau ada pihak swasta yang mau jadi invenstornya," pungkasnya. 
sumber www.yahooindonesia.com

NIKITA WILLY

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andrian Salam Wiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar tak sedap datang dari pesinetron cantik Nikita Willy. Nikita yang disibukkan dengan aktivitas syutingnya diduga tidak dapat mengikuti pelajaran dimana tempat ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3, Jakarta.
Lantas apakah isu perempuan kelahiran 1994 ini yang mencuat karena di Drop Out (DO) benar terjadi? Pemain sinetron 'Putri Yang Ditukar' itu kaget dan membantahnya.
"Nggak bener itu. Ini aku mau berangkat ke sekolah kok," ucap Nikita usai mengisi acara Dahsyat RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (11/1/2012).
Nikita yang saat itu didampingi sang ibu juga asisten yang mengawal coba menjauh dan enggan menjawab pertanyaan wartawan. Meski pencari berita terus mengikutinya hingga pintu masuk mobil, mantan kekasih Bara Tampubolon itu tetap tidak mau menjawab.
"Udah yaa, ini Niki mau pergi buru-buru, tadi baru pulang jam 5," ungkap salah satu asistennya.
Sang ibu, Yora, yang juga setia mengawal Nikita menambahkan, jika wartawan ingin mewawancarai Nikita sebaiknya telpon terlebih dulu.

Sabtu, 07 Januari 2012

Perkenalan Duludeh :D

Hy gue ikasulistyaningrum nama akrab gue ika. gue masih baru join di blogger so bantu cariin followers yah eh ya follow guedong masa cuman liatliat aje engga afdol kalo getoh. eh ya gue dari SMPN 33 SURABAYA kelas gue 9b. . eh untuk skrg gue udahan yah. kalo ada waktu sempetin mampir ke account gue yaa www.ika-ikasulistyaningrum.blogspot.com
bye guys lup yu pul sak pul pulle miss you :* :* :*